Rabu, 28 Juli 2021

SEKJEN TAUFIK MADJID INGATKAN TINDAKAN AFIRMATIF DALAM PEMBANGUNAN DESA

ditulis : Eyang Kasdi Gundul



JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Taufik Madjid membuka Webinar yang diselenggarakan Perpustakaan Kemendesa, PDTT dengan tema Pentingnya Literasi bagi Perempuan dalam Menunjang Perannya sebagai Pejuang Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada Rabu (28/7/2021).


Sebelum membuka webinar yang dihadiri oleh ratusan peserta melalui Zoom Meeting dan YouTube, Sekjen Taufik Madjid beri semangat untuk penyediaan  ruang diskusi dan literasi bagi perempuan dalam menunjang perannya sebagai pejuang pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.


Sekjen Taufik Madjid juga mengingatkan empat tindakan afirmatif dalam pembangunan desa berkaitan dengan kelompok marjinal.


Pertama adalah menjadikan kelompok marjinal seperti kaum perempuan dan kelompok difabel sebagai perangkat desa dan anggota BPD sehingga dapat mempengaruhi produk kebijakan. Kedua adalah menjamin keterlibatan dan mengakomodasi suara dari kelompok marjinal dalam forum Musyawarah Desa.


Ketiga, melakukan pengorganisasian, pendampingan dan penguatan terhadap kelompok marjinal agar lebih berdaya dan berperan aktif dalam kegiatan pembangunan desa. Keempat adalah menjamin hasil pembangunan berdampak secara langsung pada akses dan kualitas kesejahteraan kelompok marjinal.


Lebih lanjut Taufik Madjid kembali mengingatkan tujuan pembangunan desa sebagaimana dijelaskan dalam Undang Undang Desa Pasal 78 No 6 Tahun 2014.


"Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya   alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Pasal ini juga dapat dimaknai bahwa kelompok sosial marjinal harus menjadi penerima manfaat utama dari pembangun­an desa," papar Sekjen Taufik Madjid.


Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendesa, PDTT, Erlin Chaerlinatun, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando sebagai pembicara, dan Deputi Bidang Penguatan Masyarakat Sipil Sektor Sosial Budaya IRE Dina Mariana sebagai moderator.


Dalam laporannya, Kabiro Erlin Chaerlinatun menjelaskan alasan dipilihnya tema webinar yang berkaitan dengan poin SDGs Desa nomor 4 dan 5.


"Tema ini kami pilih sehubungan dengan tujuan ke 4 SDGs Desa yaitu Pendidikan Desa Berkualitas dan tujuan ke 5 SDGs Desa yaitu Keterlibatan Perempuan Desa," jelasnya.


Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT

Selasa, 27 Juli 2021

PPKM Level 4 What Does It Mean? Read the explanation of the rules



JAKARTA = President Joko Widodo (Jokowi) announced the extension of the Implementation of Restrictions on Community Activities or PPKM Level 4 in a number of areas of the islands of Java and Bali until August 2 (PPKM Java Bali). PPKM Level 4 was again extended to suppress the increase in positive cases of the corona virus (Covid-19). 


"By considering health aspects, economic aspects, and social dynamics. I decided to continue implementing PPKM Level 4 from July 26 to August 2, 2021," Jokowi said through the Presidential Secretariat's YouTube show quoted on Sunday (25/7/2021).

In PPKM Level 4, there are several changes, especially related to easing small businesses such as street vendors. PPKM Level 4 means that it is actually almost the same as emergency PPKM which is now no longer used. This is because in general, the provisions of the two PPKM are still the same. 


The provisions for PPKM level 4, including PPKM Java Bali, are regulated in the Instruction of the Minister of Home Affairs (Inmendagri) Number 22 of 2021 concerning PPKM Level 4 Corona Virus Disease 2019 in the Java and Bali Regions..(source kompas.com)


copied : kasdi bald

other articles : 



PWRI Bogor Raya supports GM FKPPl and KADIN Kabupaten Bogor in Enabling Dinas Lingkungan Hidup.

BOGOR- Rohmat Selamat, SH, M.Kn Chairman of PWRI Bogor Raya Together with GM FKPPl Bogor Regency held a Social Center for Environmental Car...